Note

Tren Digital Marketing di 2015

Tren Digital Marketing di 2015

Kita sudah memasuki bulan ke-3 di tahun 2015. Tentu Anda sudah mengambil dan menetapkan langkah-langkah strategi marketing di tahun Kambing Kayu ini, bahkan mungkin dilakukan sebelum pergantian tahun. Nah, apakah strategi tersebut sejalan dengan tren yang berkembang saat ini? Simak tips berikut untuk memenangkan digital marketing di 2015 ini.

  • Versi Mobile

Mengingat saat ini betapa gadget (baca: smart phone dan tablet) sudah menjadi media pelengkap utama, bahkan bisa disebut sebagai pilihan utama para user dalam menjangkau informasi, dalam hal kepraktisan dan mobilitasnya, maka website pun mutlak harus tersedia dalam versi mobile. Seiring dengan maraknya para pemilik website yang berlomba-lomba menyulap website mereka menjadi responsif, yang mampu menampilkan suguhan visual dan fitur sama baiknya dengan yang muncul di layar komputer, maka para pelaku digital marketing pun harus fokus bermain di area tersebut jika tidak ingin tertinggal. Mobile site akan menjadi standar, sehingga mobile ad pun mau tidak mau akan menjadi keharusan.

  • Konsumen: Ingin Dulu, Muncul Kemudian

Saat ini, melalui konten-konten atau aplikasi keren yang disajikan dengan jauh lebih baik, menarik, dan bersifat interaktif ke konsumen, memungkinkan kita bisa mengetahui dengan spesifik tentang apa saja hal-hal yang diinginkan dan direkomendasikan konsumen. Misalnya apa yang ingin dibaca, ingin ditonton, ingin didengarkan, dan ingin dilakukan. Dengan data tersebut, para pelaku digital marketing dapat melihat tren meski belum sepenuhnya muncul. Di sinilah peluang digital marketing untuk melangkah bergerak sebelum sesuatu menjadi booming.     

  • Bayar dengan Ponsel

Pernyataan “bayar dengan ponsel” bisa saja diplesetkan menjadi menyerahkan ponsel lantaran tidak punya uang untuk membayar. :) Namun yang dimaksud di sini bukan seperti itu. Kecenderungan saat ini para konsumen mulai meninggalkan kartu kredit atau alat pembayaran dengan kartu lainnya, dan mulai melirik untuk melakukan pembayaran atas barang atau jasa melalui ponsel mereka. Seiring bertumbuhnya tren tersebut, para pemilik toko pun mulai beradaptasi. Kondisi ini semakin mendekatkan pada terwujudnya sistem pembayaran NFC (Near Field Communication), sebuah teknologi konektivitas nirkabel berbasis frekuensi radio (ponsel). Jadi, hanya dengan mendekatkan ponsel ke alat bayar, transaksi pun bisa terjadi. Saat ini pun konsep social payment mulai dieksplorasi oleh sejumlah social network. Ini artinya para konsumen bisa belanja tanpa sedikitpun meninggalkan aplikasi yang digunakan. Pelaku digital marketing harus peka terhadap hal ini.     

  • Libatkan Empati dan Emosi

Strategi digital marketing sebuah brand akan lebih efektif jika Anda melibatkan rasa empati dan berbagai emosi lainnya dari konsumen. Sentuhan kemanusiaan dan balutan humor akan memenangkan lebih banyak hati konsumen.   

Kemampuan untuk melihat dan memahami tren, bahkan sebelum tren itu sepenuhnya terbentuk, akan menjadikan Anda berada di barisan depan media digital. Namun terlepas dari tren yang cenderung datang dan pergi, hal yang paling penting untuk dilakukan adalah tetap menyajikan konten berkualitas yang layak konsumsi terlebih dahulu, baru kemudian memikirkan cara untuk memasarkannya.

 

Sumber: Angela K. Mason & Ptw