Note

Social Media Bukan Sekadar Sarana Branding

Social Media Bukan Sekadar Sarana Branding

Branding adalah konsep pemasaran untuk menciptakan kesadaran yang lebih besar dari sebuah produk. Branding adalah persepsi, jadi penting untuk dilakukan. Dan salah satu cara efektif dan efisien adalah melakukan branding melalui social media.

Namun banyak yang menggunakan social media hanya sebagai sarana branding saja. Padahal kenyataannya untuk bisnis lokal, social media bisa digunakan untuk menggiring mereka untuk mengunjungi website. Branding seharusnya menjadi manfaat sekunder, yakni efek samping dari strategi promosi yang tepat.

Lihatlah pada gambar di atas. Menarik, kan? Ini gambar produk branded/bermerek, yaitu Chevrolet. Tapi yang mem-posting-nya adalah partner, yaitu Black Book. Di-posting di Facebook dealer Chevrolet. Ini menggabungkan kekuatan brand dengan kalimat deskripsi yang cerdas yang dibuat untuk mencapai tujuannya. Dalam hal ini, tujuannya adalah lalu trafik website yang tertera dalam pesannya. Berikut pesan yang tertulis:

"Pertama dan terpenting, silakan pandangi Camaro yang indah ini. Setelah selesai mengenang gaya tubuh yang tidak benar-benar mendapatkan perhatian yang layak, silakan lihat ke pojok kiri bawah. Anda akan melihat logo yang harus Anda percayai. Kami mempercayainya.”

"Black Book adalah cara yang paling akurat untuk mengetahui apakah pembelian tukar-tambah yang akan Anda lakukan cukup pantas. Sebelum Anda membeli sebuah mobil baru, persiapkan diri dengan pengetahuan tentang tukar-tambah... http://bit.ly/13nyr5E"

Yang terbaik yang dilakukan adalah menggaet para pembaca posting tersebut dengan gambar dan deskripsi yang menarik, lalu memberi mereka alasan yang relevan untuk mengklik website-nya. Ujung-ujungnya adalah ajakan untuk membeli, tentu saja.

Setelah 18 jam, dan dengan setumpuk anggaran iklan Facebook yang masih tersedia, tampak bahwa postingan tersebut sudah sudah dilihat oleh 1.300 orang, dan ada 48 orang yang menyukai (me-like). Angka tersebut akan terus bertambah dalam beberapa hari mendatang, sebagaimana jumlah orang yang berkunjung ke website.

Strategi branding-only sangat mudah dilakukan. Itu mengapa banyak perusahaan fokus menggunakannya. Hal ini memungkinkan untuk mendapatkan benefit yang tidak bisa diprediksi. Hal ini juga membuat jauh lebih susah melacak tingkat keberhasilannya.

Coba selalu ingat posting ini ketika Anda mengembangkan strategi dan promosi/campaign. Anda pasti akan puas dan merasa seperti mencapai sesuatu dengan strategi branding-only. Sayangnya, ini bukan cara untuk membuat social media benar-benar “mendengungkan” bisnis Anda.