Note

8 Trik Agar Konten Langsung Direspon di Social Media

8 Trik Agar Konten Langsung Direspon di Social Media

Respon terhadap konten di social media artinya konten tersebut di-like, dikomen, dan di-share atau diteruskan lagi ke network dari pembacanya. Membuat konten yang menarik untuk di-share adalah kunci sukses.

Hal penting dalam membuat konten adalah: mencurahkan 50% waktu untuk mendapatkan ide, lalu 50% waktu lagi untuk menyampaikannya. Bukan 95% mencari ide, dan hanya 1% untuk menyampaikan. Kualitas saja tidak cukup, namun perlu strategi dalam penyampaian.

Berikut 8 tips untuk menciptakan konten yang tidak hanya memancing perhatian pembaca, namun mereka juga akan dengan senang hati membagikannya lagi:

Menyentuh
Melibatkan emosi jadi hal penting dalam konten. Tunjukkan bahwa Anda peduli terhadap fans dan follower. Awali dengan percakapan, jangan langsung menjual produk/jasa. Dengar dan perhatikan baik-baik apa yang ingin mereka sampaikan. Inilah yang disebut membangun relasi yang kuat. Dari sini Anda bisa menciptakan sebuah komunitas yang menguntungkan.

Jangan ragu juga untuk menambahkan hal-hal bersifat personal. Sekadar untuk menunjukkan bahwa di balik brand ada manusia hidup yang juga mempunyai perasaan. Ingat, orang-orang memakai Facebook untuk menjalin hubungan dengan teman. Jadi, buatlah brand Anda sebagaimana seorang teman.

Temukan apa yang bisa mendorong mereka
Orang menggunakan social media untuk menampilkan profil yang menggambarkan siapa mereka. Dan mereka pun akan men-share konten yang terkait dengan identitas mereka. Jadi penting agar mereka bisa bereskpresi melalui produk/jasa Anda. Sebaliknya, apa yang produk/jasa Anda katakan tentang mereka yang telah membeli dan memakainya. Mereka akan merasa diperhatikan dan lebih loyal.

Reaksi cepat
Jika konten Anda cerdas dan tepat waktu (berkaitan dengan sebuah event yang sedang hangat, misalnya), maka orang akan merasakan ketulusan dan keaslian, meskipun hanya sederhana.

Posisikan diri sebagai mereka
Manusiakanlah produk/jasa Anda, jadilah mereka (pembaca konten Anda) agar Anda bisa berempati. Konten terbaik adalah yang emosional. Gunakan perpektif dari pembaca untuk membentuk sifat dari komunitas yang terbaik.

Buatlah mereka tertawa
Saat bercanda dengan teman, mungkin Anda tidak ingat leluconnya, melainkan hanya bahwa Anda tertawa. Yang terkenang adalah emosi dari kontennya. Jadi Anda tidak harus fokus pada kualitas lelucon yang akan membuat orang terpingkal-pingkal. Humor itu penting untuk memudahkan berinteraksi dengan orang.

Libatkan sisi nostalgia
Social media juga digunakan untuk membangkitkan kenangan masa lalu.Konten yang mengangkat sesuatu hal yang kemungkinan terlewatkan atau terlupakan oleh konsumen, akan menciptakan hubungan dan keterikatan antara konsumen yang memberikan reaksi (men-share).

Tentukan Sikap
Peduli terhadap suatu hal yang spesial atau sedang hangat, tentu akan menarik minat orang untuk berekspresi. Jika perusahaan Anda bukan bersifat sosial/nonprofit, tunjukkan kepada mereka timbal balik yang akan Anda berikan. Jadilah inspirasi, maka mereka akan terinspirasi untuk berbagi.

Jaga agar tetap berkelas
Saat orang ”mengonsumsi” konten di Facebook, mereka sadar bahwa semua orang akan melihatnya. Faktanya, 25% orang cenderung tidak akan membeli secara online produk (yang bisa membuat mereka malu jika ketahuan), jika ada tombol social media di dekatnya. Mereka akan membeli produk yang membanggakan. Jadi jika Anda merasa ragu akan sebuah konten, jangan di-posting.